Narasi koran dan media televisi hingga kini masih gemar menyebut Timor Leste merdeka dari Indonesia. Kata merdeka ini banyak menuai kritik, dan perbaikan dari pihak Indonesia. Terlebih, selama mereka melakukan perlawanan dengan ABRI, khususnyah saat berdemonstrasi pemuda Timor Timur ketika itu sering memekikkan: "Viva" sambil mengacungkan 2 cari simbol V untuk Victory.

Berdasarkan hasil referendum 1999, mayoritas warga Timor Timur menolak mendapatkan otonomi khusus dalam Republik Indonesia dan menolak otonomi khusus. Kedua opsi ini kemudian menghantarkan Timor Timur berubah menjadi negara berdaulat yang diakui oleh masyarakat dunia. Kedaulatannya ini diperalihakan melalui sarana PBB sejak tahun 1999 hingga 20 Mei 2002, dimana tanggal tersebut diperingati sebagai hari kemerdekaan Timor Leste dengan istilah Restorasi. Untuk kemerdekaan sebagai proklamasi layaknya Indonesia, adalah tanggal 28 Nopember, di tanggal inilah diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Timor Leste. 

Merdeka kata yang memang sexy untuk sebuah perjuangan. Indonesia sejak jaman perjuangan hingga kini masih loyal menggunkannya. "Merdeka atau Mati" adalah slogan sakti untuk membangkitkan semangat para pejuang, dan sepertinya kata Merdeka yang menjadi tanda pisahnya dengan Indonesia, bisa jadi dimaknai untuk penyemangat. 

Terus semangat saudaraku Timor Leste.