Lafaek adalah kata yang bisa dibilang terkenal di Timor Leste. Ada yang menggunakannya sebagai majalah, organisasi, dan ada pula nama Lafaek sebagai mitos tentang moyang mereka, buaya. Lafaek dalam tulisan kecil ini adalah seorang tokoh pro integrasi yang kecintaannya dengan Indonesia tidak diragukan.

Sering ikut berperang bersama Prabowo di tahun 1980-an, hingga menjadi Komandan Makikit (milisi bersenjata tahun 1999), menegaskan bahwa Lafaek adalah petarung, seorang prajurit tempur. Lafaek ada sebutan orang yang beranma resmi Alfonso Henriques Pinto. Beliau sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Tingkat II Kabupaten Viqueque. Ketika terjadi periatiwa Craras, LAfaek ijin meninggalkan tugasnya di DPRD untuk gabung denga Den-81 yang dipimpin Prabowo. 

Viqueque (baca: vikeke) merupakan salah satu basis terkuat perlawanan terhadap ABRI masa integrasi, dan menjadi satu-satunya daerah paling rawan bagi ABRI ditahun 1980-an. Di daerah ini, kemampuan ABRI benar-benar diuji. Di wilayah seperti kecamatan di Indonesia kini, dengan konsisi panas dan gersang, perang diantara kedua belah pihak bukanlah pengalaman baru begi mereka.....