Ilang


Kata "ilang" selamanya tidak akan pernah bisa hilang dalam perjalanan sejarah Kemaharajaan Majapahit. Sebagai bukti keberadaan terakhir, atau lebih sering disebut sebagai simbol berakhirnya negara maritim terbesar di nusantara adalah sebuah kalimat: "ilang kertaning bumi". Kalimat itu sebagai tanda, selesainya kisah sejarah kerajaan yang dijadikan rujukan keperkasaan bangsa Indonesia.

Majapahit sudah menjadi hebat sejak mulai berdirinya, ketika Raden Wijaya nge-prank kekuatan Tartar yang akan menginvasi Jawa. Semakain membesar kemudian dibawah Raja Hayam Wuruk dengan Perdana Mentri (jendral lapangan) bernama amat terkenal di Indonesia: Gajah Mada. Kemegahannya membawa konsekuensi lebih luas, bak kata-kata mutiara: "semakin tinggi pohon kelapa, maka angin semakin kencang". 

Kemaharajaan yang sudah diatas angin itu, akhirnya runtuh seperti hilang ditelan bumi. Keturunannya kemudia menggantikan, adalah Raden Fatah yang membawa pusaka Majapahit dan merubahnya menjadi kerajaan yang bisa dinyatakan baru : "Kerajaan Islam Demak". Kisah sejarah ini mengajarkan kita dimasa ratusan tahun kemudian setelah Gajah Mada, bahwa di dunia itu apapun itu tidak ada yang abadi, suatu saat akan berakhir, dan ilang (hilang, atau menghilang). Pertanyaannya adalah, akankah ilang dengan makna atau ilang tanpa makna ?. 

 

Posting Komentar

0 Komentar