Tahun 2021 ini terasa aktivitas begitu padat. Di bulan Maret ini, bisa dibilang padat merayap. Rencana sudah disusun dengan baik, apa daya malahan saya kemudian menyelam hingga ke dasar untuk bergelut dengan channel di Youtube. 

Ini tidak pernah diprediksi sama sekali bahwa saya kemudian "tak sadarkan diri". Ujian sekolah dilakukan, koreksipun demikian, namun waktu yang banyak malahan direnggut oleh ketertarikan saya di kanal Youtube. Menariknya juga, saya malah memilih untuk menekuni kesukaan saya dibandingkan karir saya sebagai guru sejarah-sosiologi, menulis buku, dan sejenisnya. #payah.

Sejak pertengahan tahun 2020, saya amat tertarik dengan monyet ekor panjang (monpai) dan beruk (pigtail). Perjalanan channel monyet milik orang Indonesia dan negara lain diikuti dengan baik, berbagai video bahkan sempat di save ke dalam laptop. Empat tulisan sudah saya hasilkan untuk ketertarikan saya, dan dapat berkenalan via WA dan IG dengan mereka. Tambah teman. 

Awal tahun 2021, prahara terjadi. Bredel channel Youtube monyet Indonesia terjadi. Kata mereka: "dollar kuning". Di awal Maret, yakni 3 bulan kemudian banyak channel monyet Indonesia memilih pensiun, saya malah tertarik untuk membuat video tentang monyet. Satu alasan utama saya ialah begitu berlimpahnya video monyet, dan itu adalah potensi untuk dijadikan video pembelajaran. Saya ramu berdasarkan karakternya. Saya ingin melihat bagaimana perilaku monyet diberbagai situasi sehingga dikala pembelajar membutuhkan, maka channel saya semoga dapat membantunya. Inilah uraian rasional yang sering ditanyakan oleh pengunjung baru yang terlihat seringkali sinis dan berbahasa asing, seperti bahasa Inggris, Rusia, dan lainnya. Google translate adalah teman karib baru saya kini...hehehehehe....

Tanpa di duga, channel youtube saya "meledak". Tanggal 3 April ini genap 1 bulan sejak 3 Maret bulan lalu perdana saya terbitkan video tentang monyet. Dalam sebulan, yang awalnya subscriber channel hanya 200-an saja dengan jam tayang tidak mencapai 50 jam, kini berubah drastis menjadi 1.624 subscriber dan waktu tonton 5.700 jam. Jika orang berfikir bakalan datang dollar hijau, saya tidak menyakininya karena "para senior" sudah banyak bercerita: "dollar kuning semua om". Namun, itu bukan masalah karena saya memulainya dengan: "rasa suka", that's it. Kesukaan inilah yang menghantarkan fisik saya nge-drop di awal april hingga tulisan ini jadi, saya belum sembuh total. Sebulan suntuk, bahkan hingga dini hari mendesain dan memproduksi video agar "laku". 

Di saat tidak sehat inilah, saya sering berkata:

Cip, sehatlah...

Cip, perbaiki jadwal mu....

Cip, cepatlah !..cepat sembuh, cepat maju !