#2 Stalingrad dan Indra Sjafri


Menyebut perang dunia 2 di Eropa sudah pasti mengingat sebuah kota yang menjadi pertempuran bersejarah, yakni Stalingrad. Kota industri di selatan Unisoviet ini menjadi pintu masuk bagi ambisi buta Hitler menguasai Moskow, Ibu kota dari sebuah negara terluas di Eropa Timur. Ambisi buta, sekaligus gila ini sebenarnya ialah bentuk ingar nyatanya pada perjanjian Jerman-Unisoviet untuk tidak saling menyerang.

Dengan dipimpin Jerman pimpinan Letnan Jenderal Friedrich Wilhelm Ernst Paulus (1890-1957), Angkatan Darat Kenam Jerman sudah tiba dipinggiran kota pada 24 Agustus 1942. Kota yang penamaannya diambil dari nama presidennya, Stalin, dihancur lebirkan dengan dibantu angkata udara Jerman. Sontak, kota Laningrad lyluh lantak dengan ribuan korban sipil bergelimpangan. Jendral Paulus dengan penuh percaya diri tidak sampai 10 hari, Stalingrad berada dalam genggaman Jerman. Kenyataan berbading terbalik. Tentara merah melakukan perlawanan yang luar biasa militannya, begitupula rakyatnya yang turut menjadi barikade selayaknya Indonesia yang dikenal sebagai perang rakyat semesta.

Dibelakang serdadu Jerman, ada sekutu yang menjadi pendukung penyerangan ini. Italia, Rumania, dan Hungaria kemudian menjadi bulan-bulanan taktik gerilya “perang kota” tentara Unisoviet. Jerman dengan peralatan tempur canggih mengalami kesulitan menghadapi taktik ini. Kawat melawat ke Jantung Ibukota Jerman bahwa pertahananan Stalingrad sulit ditembus, reruntuhan bagaikan benteng dan kamp musuh. Pertempuran kini sudah tidak menjadi massal lagi, namun kelompok-kelompok kecil antar 8-10 serdadu memperebutkan setiap jengkal kota yang kini bernama Saint Petersburg. 

Memasuki fase musim dingin pertempuran semakin memberatkan bagi Jerman. Cuaca bersalju, serdadu yang luka, dan pasokan makanan menjadi kendala utama. Hitler menekan Jendara lapangan Paulus untuk maju terus tanpa mundur. Keputusan Hitler ini adalah mengulang kedunguan Napoleon Bonaparte se-abad-an lalu, tepatnya diakhir tahun 1812 ketika menyerang negeri beruang biru Rusia. Buta-gila adalah 2 kata yang tepat untuk mendeskripsikan titah Fuhrer ini. 

Unisoviet yang paham kondisi alamnya, kemudian mengepung posisi Jerman yang “membeku”. Sniper-sniper handal pria dan wanita tentara merah menghabisi tentara Jerman tanpa belas kasih. Film berjudul Enemy at The Gates dapat dengan cantiknya menggambarkan bagaimana serdadu Jerman menjadi sasaran empuk dari balik tembok yang sudah hancur diakhir Agustus 1942. Jerman semakin terdesak. Ketangguhan mental tentara Jerman yang dengan cepatnya menguasai berbagai medan perang di Eropa Barat di tahun 1939-1942 kemudian drop. Tidak ada malam natal yang indah, tidak ditemukan perayaan tahun baru yang meriah,  yang ada hanya teriakan marah dikancah perang yang terasa lama dan berdarah-darah. 

Bantuan besar-besaran yang dikirimkan oleh Stalin, menjadi kekuatan baru nan unggul untuk sudutkan kekuatan Jerman. Dengan kekuatan senjata tak berimbang tentara merah, dimana senapan hanya ada 1 diantara 3 serdadu, mereka diwajibkan merangsek ke posisi musuh. Bagi mereka yang mundur, bersiap menelan timah panas dari tentera mereka sendiri. Terdapat pasukan penembak dengan senjata mesin besar dibarisan belakang pasukan yang melaju. Terlihat sadis dan tercatat seribuan serdadu mati oleh karena melakukan langkah mundur.  

Georgy Zhukov, seorang Jendral Unisoviet yang memimpin perang ini mengepung Jerman diakhir Januari 1943. Jendra lapangan Jerman, Paulus menyerahkan diri. Ini merupakan peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya Jendral Jerman menyerah dalam peperangan. Jendral Paulus di depan Jendral Zhukov mengaku beftanggungjawab atas perang di Stalingraad dan siap bersaksi di pengadilan Nurenberg nantinya. Hingga wafat Paulus tidak pernah diadili oleh pihak Unisoviet, Jerman, maupun Sekutu walupun dia masuk dalam jajaran penjahat perang. 

Pada tanggal 2 Februari 1943, perang Stalingrad benar-benar berakhir. Di tanggal yang sama, 20 tahun kemudian lahir seorang pelatih yang menjulangkan nama Indonesia. Beliau adalah Indra Sjafri sang pelatih kepala sepak bola nasional yang lahir di tanah Minang.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia dikancah sepak bola Asia Tenggara mengalami masa puasa prestasi. Usaha menaturalisasi warga negara asing untuk bergabung dengan Timnas di tahun 2010, belum juga membuahkan hasil. Sebaliknya ditangan midas seorang Indra Sjafrie, 3 tahun kemudian Timnas U19 menjadi juara di Asia Tenggara. Beliau mencari sendiri bibit-bibit unggul punggawa sepak bola hingga ke pelosok negeri. Diseleksi, diambil, dididik lalu menjadi juara.

Menyakini “produk racikan sendiri, produk dalam negeri” adalah potensial, dibuktikannya. Pantang menyerah dengan target yang jelas terarah, membuat rakyat Indonesia gegap gempita dimalam hari setelah Vietnam bertekuk lutut dari hasil adu pinalti.


Sejarah mencatat, tahun 2013 adalah untuk kali pertamanya Indonesia memenangkan piala AFF U19. Tidak sampai disini, Indra Sjafri kemudian memuncaki strata tertinggi di AFF U22. Lagi-lagi, ini untuk pertama kalinya untuk Ibu Pertiwi. Dua prestasi yang bukan main-main untuk “full lokal” ini raih Indra Sjafri. 

Kedua kisah diatas memang tidak selalu memiliki kesamaan, namun keduanya menjadi simbol “menyudahi”. Pertama, Stalingrad di tanggal 2 Februari menyudahi derita perang besar dan melelahkan itu, dan yang kedua menyudahi puasa gelar juara untuk bangsa ini. Demikian adanya.







Sumber:

https://tirto.id/hitler-yang-gelap-mata-bikin-fasis-jerman-keok-di-stalingrad-evr6

https://www.idntimes.com/science/discovery/karl-gading-s/7-fakta-historis-pertempuran-stalingrad-yang-jarang-diketahui-exp-c1c2/7

https://id.wikipedia.org/wiki/Indra_Sjafri

https://www.liputan6.com/bola/read/4129541/rekor-indra-sjafri-2-kali-membawa-timnas-indonesia-meraih-piala-aff#:~:text=Rekor%20Indra%20Sjafri%3A%202%20Kali%20Membawa%20Timnas%20Indonesia%20Meraih%20Piala%20AFF,-Muhammad%20Adiyaksa&text=Sepanjang%20karier%20kepelatihannya%2C%20Indra%20Sjafri,19%202013%20di%20rumah%20sendiri.




Posting Komentar

11 Komentar

  1. Kereennn.... Jadi nambah wawasan mengenai sejarah. Semangatt

    BalasHapus
  2. . Perbandingan sejarah yang membuat kita tetmanggu-manggu membacanya.... Pak Cipto Anda layak dapat bintang

    BalasHapus
  3. Materinya bagus dan tidak membosankan...

    Semangat terus pak...💪💪

    BalasHapus
  4. Menurut saya tulisan ini menarik dan sangat membantu bagi saya yang kurang mengerti tentang sejarah kota stralingrad, dan siapa indra sjafri, bahasanya juga mudah dipahami sehingga saya bisa dengan mudah mengerti.

    BalasHapus
  5. Indra Sjafri, orang yang sangat dibutuhkan di Indonesia apalagi kondisi anak jaman sekarang yang semakin kebarat-baratan dan mudah menyerah untuk kepentingan bangsa. Keren Pak Cip.

    BalasHapus
  6. Materinya keren engga ada kata bosen untuk anak muda😘😘

    BalasHapus
  7. Tulisan yang sangat bermanfaat! Dari sini saya dapat dengan mudah memahami peristiwa dalam pertempuran antara Jerman dan Uni Soviet pada perang dunia ke-2. Dalam pembahasan kedua yang saling berkaitan, saya salut dengan tokoh Indra Sjafri, dimana beliau dengan bijaknya melatih serta mendidik anak muda dalam negeri dalam permainan sepak bola, hingga menghasilkan prestasi yang luar biasa.

    BalasHapus
  8. Materi yang sangat inspiratif, memotivasi dengan penuh perjuangan, dan berwarna pak Cip

    BalasHapus
  9. Keren pak! ceritanya menarik dan menambah wawasan sejarah kepada pembaca. Walaupun kisah keduanya saling bertolak belakang, namun ternyata memiliki arti yang sama. Sukses selalu pak.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, mari bangun argumen bukan sentimen