Oleh

 Sucipto Ardi

 

Selain Soekarno, sedikit orator yang mampu menghipnotis orang banyak ketika diatas podium, salah satu diantaranya ialah Fidel Castro. Presiden Kuba yang berkuasa hingga 50 tahun dikenal sebagai presiden yang kontroversial, dibenci sekaligus dikagumi oleh lawan maupun kawan. Khususnya Amerika Serikat (AS), Fidel menjadi target utama di pekarangan negaranya untuk digulingkan dari kursi kekuasaannya. Berbagai cara dilakukan, namun nihil hasil yang harus diterima CIA sebagai kepanjangan tangan Washington.

Lahir sebagai imigran Spanyol yang berstatus tinggi karena membangun jaringan kereta api untuk mengangkut tebu, Fidel mulai terlibat politik dan militer sejak tahun 1947 saat masih dibangku kuliah. Petualangan revousionernya hingga keluar Kuba dengan mengangkat senjata. Pemimpin yang menjadi salah satu musuh utama negeri paman Saman Sam ini, pernah terlibat secara langsung dalam berbagai konflik perang, setidaknya di Dominika dan Bogota.

Pada tahun 1951 Fidel ingin menguji keberuntungannya di parlemen Kuba menjadi perwakilan Partai Ortodoxo. Sayang kemudian tidak menjadi kenyataan oleh karena terjadi kudeta tak berdarah oleh Fulgencio Batista. Pemimpin baru ini menjalankan pemerintahnya secara keras “bertangan besi”. Kelompok opisisi atau yang menentang Batista segera bermunculan, salah satunya ialah kelompok Fidel. Bersama 160 pemberontak yang siap menyerang barak tentara Batista, Fidel mempimpin pertempuran. Dengan rasa percaya diri, sudah direncanakan sebuah pengumuman di radio Kuba bahwa di bawah Fidel maka Revolusi akan dijalankan dengan benar dan segera memulihkan demokrasi. 

Jauh dari harapan, Fidel dan anak buahnya ditangkap dan dijatuhi hukuman dengan tuduhan melakukan kudeta. Ketok palu pengadilan berbunyi 15 tahun penjara untuk Fidel. Di pengadilan ini, berujarlah beliau dengan kalimat yang berapi-api dia meneriakan: “Historia Me Absolvera !”. Terjemahan kalimat teriak itu ialah: “Sejarah yang akan Membebaskanku !”. Dua tahun kemudian, ketika Batista merasa yakin semua dibawah kendali “tangan besinya”, maka banyak tahanan politik dikeluarkan, termasuk Fidel. Bersama Raul sang adik dan sisa anak buahnya yang setia, melakukan perjalanan ke Meksiko. Di sinilah Fidel bertemu Che Guevara, yakni seorang tokoh revolusioner yang gambar mukanya selalu ada di setiap jaman, dan di setiap pergerakan mahasiwa juga buruh.  

Dengan kekuatan 81 orang, mereka tiba di pantai Kuba untuk mencoba hal yang sama: melawan pemerintahan Batista. Lagi-lagi gagal, dan yang tersisa hidup ialah Fidel, Raul, Che, dan 9 anak buahnya. mereka kabur ke arah pegunungan, dan pola gerilya semakin menguatkan kelompok Fidel. Di tahun 1958, banyak kelompok-kelompok oposisi mengangkat sejata melawan Batista yang semakin lemah terlebih karena bantuan AS dicabut. Di bulan Desember dengan kekuatan anak buah 1.000 personil, mulai menyerang kota. Kepemimpinan perang dilapangan Che Guevara layak diacungkan jempol. Pada tanggal 1 Januari 1959, Batista melarikan diri ke Republik Dominika. 

Kelompok Fidel memenangkan perang. Dengan dukungan yang begitu besar dari rakyat dan pimpinan kelompok oposisi yang ikut berperang bersamanya, tepat tanggal 16 Februari 1959, Fidel dilantik menjadi Perdana Menteri Kuba. Program reformasi agraria, pendidikan, kesehatan, nasionalisasi perusahaan atau aset AS, dan haluan politik negara dengan ideologi marxis diumumkan kepada publik. Dalam 30 tahun pemerintahannya, apa yang diumumkan tersebut berlangsung dengan baik. Rakyat begitu mengelu-elukan dirinya, Fidel bak pahlawan di negara kepulauan yang minim kemajuan dibidang teknologi ini. Mereka yang tidak sepakat dan merasa tertekan dengan label “kontar revolusi” ala rezim Fidel, kemudian mereka keluar dari Kuba. 

Setelah dilatih dan dipersenjatai oleh CIA, para pelarian Kuba kembali untuk menggulingkan pemerintahan sah Fidel. Apa yang terjadi ? gagal total. Peristiwa perang ini dikenal sebagai insiden “Teluk Babi”. Kemenangan Fidel semakin mengangkat derajat namanya di benua Amerika juga dunia. Terkait penyerangan yang disutradarai CIA itu, Unisoviet (US) sebagai sekutu utama Kuba bereaksi keras, sehingga meningkatkan bantuan dengan menempatkan misil nuklir di Kuba yang moncongnya mengarah ke wilayah AS. Bantuan US ini, kontan memicu ketegangan baru. Peristiwa di tahun 1962 ini dikenal sebagai “Krisis Misil Kuba”. Dunia mengenalnya sebagai peristiwa yang akan memicu Perang Dunia III. Syukurnya, kedua belah pihak yang menjadi aktor utama Perang Dingin ketika itu mampu menahan diri. 

AS yang sudah berganti hingga 10 presiden, Kuba tetap memiliki presiden yang sama. Kuba telah menjadi satu-satunya negara berpaham kumunis dibelahan dunia yang berhasil secara konsisten dan eksis hingga samapi di abad ke-21. Di tahun 2006, Fidel sakit. Secara perlahan kekuasaan di turunkan kepada adiknya: Raul. Di usia ke 90 tahun, tepatnya 25 Nopember 2016, kawan setia Bung Karno ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Demikianlah apa yang juga terjadi di hari ini, 16 Februari 2021, seorang musisi legend Indonesia wafat di umur 51 tahun. Dengan nama lahir Muhammad Irvan Sembiring, pria yang bercita-cita dimasa mudanya ingin menjadi musisi musik keras internasional, mula-mula membentuk band dengan kedua rekannya yang memiliki frekuensi musik keras yang sama. Band yang mereka buat di akhir tahun 1980-an beraliran Thrash Metal, sebuah aliran muasik keras yang sedang gandrung di dunia ketika itu. Band yang dibangunnya tidak pernah memiliki nama yang tepat. Setelah mendengar masukan nama dari seorang teman, akhirnya Irvan menyetujuinya karena dianggapnya asyik artinya. ROTOR adalah nama band baru Irvan setelah hengkang dari band Thrash metal besar, yaitu Sucker Head. Nama band diambil dari nama sebuah komponen utama di dalam dinamo, yang jika komponen tersebut mati maka dinamo tidak bergerak. ROTOR adalah inti dari dinamo, inti sebuah mesin.

Irvan membawa ROTOR berbeda dari band sebelumnya. Setelah didengar beberapa personil Geng Potlot seperti Mpay dan Andy Liani, mereka berkomentar bahwa band Irvan "gila', belum ada musik yang begini di Indonesia kecuali ROTOR. Kedua musisi yang sudah besar itu kemudian membawanya sampai bertemu seorang produser besar, yakni Setiawan Jodi dengan label majornya AIRO. 

Hal yang tidak disangka Irvan, komentar Jodi setelah mendengarkan demo track ROTOR bernada positif dan berseloroh bahwa untuk mengangkat ke tingkat dunia butuh promosi yang bagus. Dalam kesempatan beberapa hari, kabar baik hadir. Dengan track record Jodi yang pernah mendatangkan Yngwie dan Sepultura, akhirnya Metallica yang sedang tur dunia di Australia bersedia tampil di Jakarta. Yang uniknya, Metallica tidak pernah memakai band pembuka, namun di Jakarta dengan lobi Jodi dan tim, akhirnya mau juga menyisihkan waktu diawal dengan memberikan band lokal sebagai pembuka di dua hari konsernya di Stadion Lebak Bulus nanti. Manajeman Metallica yang menentukan band yang mana boleh menjadi opening act.

Dengan segera kabar audisi menyebar ke telinga produser rekaman se Indonesia. Akhirnya ada dua band yang siap audisi di Jakarta. Orang kepercayaan manajeman Metallica sengaja datang ke Jakarta untuk melihat langsung lalu kembali untuk lanjutkan tur keliling Australia. Band pertama dalam audisi ialah Roxx, pemainan band besar ini membuat Irvan dan teman-temannya shock dan tak yakin menang. Audisi ini selain di hadiri perwakilan Metallica juga ada juri lapis lokal, antara lain Iwan Fals. Setelah Roxx, kini giliran ROTOR. Mereka bermain seperti yang mereka lakukan. Buas, keras, dan alamiah. Setelah mendengarkan komentar juri lokal, kini keputusan dari manajeman Metallica. Jodi berujar “how about you ?”. Dengan perawakan besar, si bule berdiri dari duduknya dan menenggak minuman kerasnya lalu meletakkan di meja dan berujar: “ROTOR, you on the stage!”. Irvan langsung bengong, ngak bisa berkata apa-apa, bahkan tak sempat ucap terima kasih kepada si bule. Rentang waktu dua minggu, mereka latihan gila-gilaan untuk menjadi band pembuka Metallica, sebuah band thrash metal papan atas dunia ketika itu, bahkan hingga kini.

Konser di dalam Stadion Lebak Bulus berjalan mulus, namun sirine mobil pemadam kebakaran dan kepolisian serta kepulan api juga asap hitam diluar stadion menghiasi kerusuhan konser musik metal yang amat fenomenal hingga kini. Kisah ini tercatat dalam sejarah musik metal dunia yang dimunculkan dalam bentuk video dan tentunya tenar di Youtube.com. Setelah Metallica 1993 tersebut, pemerintah Orde Baru melakukan banned terhadap musik keras. Musisi metal jika masuk televisi nasional maka rambut gondrongnya di kuncir dan yang tangannya bertato wajib ditutupi dengan mengenakan pakaian lengan panjang. Kondisi banned ini memaksa ROTOR lebih cepat ke luar negeri, AS, untuk mengadu nasib dibidang musik dengan berbekal sebagai band pembuka Metallica berikut lagu-lagu berbahasa Inggris dalam album baru mereka bertajuk Behind the 8th Ball. Irvan dan rekan dalam band, mengaku bahwa band metal di negeri Paman Sam begitu banyak, yakni 6.000, dan ROTOR yang ke 6.001. Rentang tahun 1993-1995 mereka bermain dari panggung kecil di pub ke pub lainnya. Putus harapan di AS dan lantaran visa tidak dapat diperpanjang lagi, akhirnya Irvan dan kawan-kawannya kembali ke Indonesia, dan hingga tahun 1997 mereka menambahkan 3 album. Setelah itu, mereka kemudian menjalani karir masing-masing, jalan sendiri-sendiri. Irvan memilih membangun RotorCorp bersama kawan lamanya, Khrisna Sucker Head yang menghasilkan album berjilid-jild dengan tajuk Metalik Klinik.

Selama di AS, Irvan menemukan kenyataan bahwa musisi yang sukses hidupnya tidak enak, apalagi matinya. Dia mencari-cari jalan seperti apa sukses itu, dan jadi seperti apa nantinya. Suatu hari di bulan April 1997, tidak sengaja matanya tertuju ke rak toko buku terkenal di Jakarta. Irvan menemukan buku berudul: "The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History" karangan Michael H. Hart seorang penulis buku bukan seorang muslim. Irvan terkejut, dalam daftar itu, nama Muhammad menjadi orang nomor satu paling berpengaruh sejagat. Seperti diketahui, Irvan juga menggunakan nama tersebut sebagai nama awalnya, namun hidayah baru datang. ROTOR kemudian seakan hilang dari peredaran lantaran pentolannya sedang memperdalam ilmu agamanya sekaligus berdakwah. 

Keinginan silaturahmi dan bertemu dengan fans setianya membawa ROTOR muncul ke publik di Tugu Proklamasi Bandung pada tahun 2013 dengan formasi baru, dan Irvan tetap bermain gitar tanpa menjadi vokalis. Band dengan aliran Thrash Metal keras pertama yang rekaman di major label ini, kontan membuat geger dunia musik keras Indonesia. Sejak itu, hingga akhir hayatnya di tahun 2021, publik musik mengikuti jejak langkah ROTOR. Empat album yang dibuat ROTOR tetap eksis tanpa ada tambahan baru. Namun demikian, semua album dikeluarkan dalam format-format baru menyesuaikan perkembangan jaman. Terakhir sekitar sebulanan sebelum Irvan wafat, album Behind the 8th Ball kembali diterbitkan. Karya tahun 1992 yang banyak dianggap sebagai salah satu album cetak biru rekaman metal di Indonesia, dirilis kembali dalam bentuk piringan hitam dengan jumlah terbatas. Dibawah naungan Elevation Records album pertama ROTOR dicetak hanya 313 keping berikut kemasan juga kualitas suara yang “bukan kaleng-kaleng”. 

Demikian, tanggal 16 Februari bercerita sosok legend yang dihormati orang banyak sesuai suakanya. Tinggal guru yang mengolah untuk dapat menyampaikan juga mendiskusikannya bersama peserta didik sebagai bahan pelajaran, sebuah usaha “belajar dari sejarah” untuk kebaikan bersama. 




Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Fidel_Castro 

https://internasional.kompas.com/read/2018/02/16/13164231/hari-ini-dalam-sejarah-fidel-castro-dilantik-menjadi-pm-kuba?page=all 

https://www.merdeka.com/jateng/irvan-sembiring-meninggal-dunia-ini-potret-aksi-panggung-pendiri-rotor-di-masa-lalu.html?page=all 

https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/16/173000765/meninggal-dunia-berikut-sepak-terjang-irfan-sembiring-pendiri-dan-gitaris?page=all#:~:text=Irfan%20Sembiring%2C%20pentolan%20grup%20band,%2F2021)%20pukul%2014.00%20WIB.