Legend of Rock’s Guns n’ Roses: Biografi dari Jogjakarta



Memiliki biografi sebuah band favorit adalah salah satu “kewajiban”. Bagi fans. Guns n’ Roses (GNR) sebagai band yang fenomenal, setidaknya sudah ada dua buku biografi dalam bahasa Indonesia. Pertama, terjemahan dari buku berbahasa Inggris dengan judul Band yang Dilupakan Waktu: Biografi Lengkap Guns N’ Roses – Paul Stenning, dan kedua ialah Legend of Rock’s Guns n’ Roses – Ahimsa Marquez. Dalam tulisan ini, yang akan dikupas adalah judul yang kedua.

Buku ini menarik, karena beberapa hal:

Pertama, buku biografi GNR yang beredar di dunia umumnya adalah berbahasa Inggris atau dengan bahasa asing lainnya, namun buku ini berbahasa Indonesia. Selain terbilang langka, buku karya Ahimsa Marquez ini adalah biografi pertama GNR yang ditulis dalam bahasa Indonesia (baca: bukan buku terjemahan). Tanpa diketahui siapa penulisnya karena tidak ada riwayat penulis, dengan nama sedikit asing bagi orang Indonesia, biografi ini diterbitkan di Jogjakarta Nov 2009. Lebih menarik, ternyata kota rock seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, tidak menerbitkan biografi GNR, akan tetapi Jogjakarta yang lebih hingar bingar dengan kota pelajar ataupun budaya / pariwisata.

Kedua, buku ini berisi uraian singkat dan padat tentang segala sesuatu tentang GNR, dari mulai kemunculan, prestasi, hingga kemungkinan reuni. Ketika anda membaca biografi ini, pembaca budiman ajan melintasi waktu yang cukup lama, sekitar 20 tahun-an.

Ketiga, sebagai asumsi pribadi, buku dari Jogja ini lebih cocok sebagai “lanjutan atau seri lanjutan” dari buku Paul Stenning di atas. Pasalnya, buku yang berukuran sedang ini, banyak mengungkap perjalanan GNR dan personil setalah tahun 2000, dan juga banyak membahas Velvet Revolver 2004-2008, Album GN’R Chinese Democracy, hingga cerita terakhir hilangnya topi Slash yang dicuri pada tahun 2005 yang terus diusahakan mencari melalui stasiun televisi hingga buku ini dicetak.

Keempat, kalau fans GNR, harus baca buku ini. Keren Bro!.



Terlepas dari keempat hal yang menarik diatas, tulisan ini, dibuat pada tahun 2009. Setahun setelah itu, Slash datang ke Indonesia dan 2012 untuk pertama kalinya GN’R ke Indonesia. Keduanya terkesan ex-GNR bersama band-nya. Susana antara 2012-2016, mantan anggota GNR masih menutup diri, bahkan dapat dibilang masih taraf bersitegang khususnya Axl vs Slash. 

Semua berubah, ketika di April Mop 2016, mayoritas GNR Formasi 1991, muncul di Troubodor, tempat bersejarah bagi band yang dikenal sebagai "Band Paling Berbahaya di Dunia". Dua tahun kemudian dalam rangakai konser reuni mereka, diakhir tahun 2018, GNR manggung di GBK. Tahun 2012-kini, 2021, perjalanan mereka beum ada yang menuliskan dalam bentuk buku berbahasa Indonesia.



Posting Komentar

0 Komentar