Munculnya banyak channel di youtube yang mengabadikan perjalanan kehidupan bayi monyet (baby monkey), cukup menjadi keyakinan bahwa kini trend memelihara monyet terbilang tinggi. Secara otomatis, harga pembelian makhluk tersebut juga tinggi. Di bursa online, bayi monyet pantai (monpai) yang giginya belum tumbuh (full dot) dengan umur sekitar umur 2 minggu-1 bulan dibandrol sekitar 800 ribu rupiah. Harga ini bukanlah harga mati, karena mahalnya monpai amat tergantung dengan spek. Bayi monyet yang terlihat sehat dengan muka putih, apalagi berukuran kerdil, dengan harga lebih dari 1,5 juta rupiah mampu terjual layaknya kacang goreng. 

Monpai umur 1-3 bulan ketika gigi mulai tumbuh, harga masih lumayan, di atas 500 ribu. Di atas umur tersebut dengan spek yang standar, harga rata-rata 400-500 ribu. Soal harga ini dapat diikuti dan dipahami berdasarkan perkembangan di Facabook, dan Instagram. Harga tersebut lazim di Jakarta dan sekitarnya hingga diminggu awal bulan Januari 2021. Disisi lain, harga demikian bisa lebih murah ketika ada orang yang butuh uang dadakan, atau beli langsung dari tangan pertama. Amat mungkin sekali, harganya dibawah dari paparan di atas.

Dengan harga rata-rata demikian, yang bila dibandingkan dengan harga primata lainnya yang jauh lebih mahal, para penyuka/pecinta/penghoby monpai akan mendapat ganjaran sebuah penglihatan akan kelucuannya. Memperhatikan, khususnya kelucuan, kegemesan, dan tingkah polahnya, tidak sedikit yang tertarik untuk memeliharanya termasuk saya. Saya begitu berhasrat untuk memeliharanya, beberapa pelapak memberikan daftar harga dan mulailah belajar bagaimana cara memeliharanya dengan tepat. Untuk soal memomong agar menjadi hewan peliharaan (pet) dalam masa pandemic ini, satu-satunya cara yang aman adalah via internet. Setiap hari sudah pasti saya memantau berbagai channel tentang monyet. Di salah satu folder dilaptop, saya save 534 item video, dan akan terus bertambah. Saya amat menyukainya. Beberapa nama channel luar Indonesia yang terbilang bagus antara lain: ewsell, monkey Baby Yo Yo, dan Monkey Boo. Belakangan saya sering pantau video milik lokal Indonesia, seperti Monkey Shiro, ABANG SATWA, Monkey Minul, dan Monkey Javin. Saya melabeli bagus karena memang banyak pengunjungya, dapat melihat kelucuan tingkah polah monpai dan juga Beruk, serta yang empunya channel terbilang ramah. Terlepas dari itu, sekali lagi, saya amat ingin monpai dijadikan seekor pet di rumah sendiri. Sayang di sayang, orang di rumah tidak ada yang menyetujuinya, kecuali Sakti anakku. Itu tahun 2020, entah di tahun 2021 ini.


Setelah sejak Juli gemar pantengin setiap hari pada genre channel baby monkey dalam dan luar negeri dari Kamboja, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Cina, saya perhatikan bahwa bayi-bayi monyet yang lucu tersebut memilik berbagai perbedaan. Khalayak umum mengenal, bahwa bayi monyet yang dijual bebas kebanyakan atau rata-rata adalah monpai. Monpai dan Beruk hingga kini bisa dijual bebas oleh karena memang over produksi, di banyak daerah para petani memburunya karena sudah terasa mengganggu. Mereka  merusak kebun milik petani. Monpai dan Beruk tak ayal sebuah hama, dan keduanya memiliki perbedaan-perbedaan. 

Perbedaan keduanya, terutama ketika masih bayi yang kini ramai di youtube sebagai momongan (pet), antara lain sebagai berikut:

1. Dilihat dari warna dan kelebatan bulu, maka Monpai bulunya dominant kehitaman dan berbulu lebat, sedangkan Beruk memiliki bulu warna coklat muda dan bulunya tidak lebat.

2. Dilihat dari ukuran badan, maka Monpai terlihat lebih kecil dan kepalanya lonjong, sedangkan Beruk lebih besar dari Monpai dan kepalanya bulat sekaligus besar. 

3. Dilihat dari ekornya, maka Monpai berekor panjang, dan Beruk ekonya pendek (setengah panjangnya dari Monpai). 

4. Dilihat dari tingkat manja, maka Monpai terbilang jauh lebih manja dibandingkan dengan Beruk. Ini adalah yang umum ditemukan, untuk beberapa kasus, memang pola pengasuhan yang amat menentukan. Ketika baby monkey Monpai atau Beruk diasuh dengan penuh kasih tanpa dikerasi, maka dia akan manja, bahkan pakai banget. Namun jika rada keras, bahkan dihajar maka akan menjadi galak, dan terkesan liar. 

5. Diihat dari bau badannya, maka Monpai menjuarai ketimbang Beruk. Monpai terbilang bau banget, dan Beruk tidak terlalu. Oleh karenanya para pemelihara Monpai, mereka memandikannya hingga 2 kali dalam sehari. Selain utuk kesehatan, soal bau menjadi salah satu factor pendorong utamanya. 

6. Dilihat dari tingkat kecerdasan, maka Monpai masih dibawah Beruk. Beruk dikenal cerdas, bahkan melebihi Monpai. Banyak yang bilang, Beruk adalah yang tercerdas di jenisnya. Di daerah Sumatra, Beruk dijadikan hewan pemetik yang mampu membedakan antara kelapa tua dan muda. Di negara-negara tropis, Beruk menempati posisi teratas: tercerdas.  

Begitulah adanya, keduanya bisa hidup berdampingan akrab. Oleh karena saya suka pelihara burung, kedua jenis Makak tersebut mengingatkan saya dengan Kutilang dengan Trucuk. Beda bisa hiduo bersama-sama.

Demikian ulasan ringan tentang Monpai dan Beruk.


Catatan: untuk melihat versi videonya yang coba mengulas tentang monyet, silahkan tonton video dibawah ini.  Jangan lupa klik SUBSCRIBE.