Bagaimana Konsep Karya "Menulis di Blog Jadi Buku" PGRI ?


Minggu sore setelah terbangun dari tidur, saya mendapati pesan singkat di grup bahwa ada lomba blog. Seperti biasa, jika lomba terasa untuk saya sebagai hal yang tidak cakap dalam menjalaninya, lazim saya abaikan. Kali ini berbeda. Saya pikir, ini lomba adalah anti-mainstream. Bagaimana tidak, tantangan yang begitu menggoda membuat saya kemudian dengan segera memutuskan untuk turut serta. Setelah membaca pengumumannya disini, setidaknya ada 2 hal yang membuat lomba ini begitu menggoda yaitu:

1. Menulis di blog selama sebulan penuh, 1-28 Februari 2021.

2. Tulisan ini dijadikan panitia sebagai buku solo dan itu gratis.

Untuk nomor pertama, saya merasa tergoda untuk melakukannya. Ini bagi blogger adalah lomba "tingkat sultan". Konsistensi dan ketahanan menulis membutuhkan kekuatan mental dan pengalaman.

Nomor kedua adalah kabar gembira. Saya tidak menargetkan diri menjadi juara, karena bagi saya juara adalah bonus. Menerbitkan buku adalah harapannya, karena saya teringat kata Omjay: "mahkota penulis adalah buku". Karya tulis yang sudah terbit dalam buku keroyokan/antologi, rasanya harus dilengkap dengan buku solo "hanya nama saya sebagai penulisnya".

Seperti apa yang akan ditulis, dan bagaimana konsepnya, adalah sesuatu yang saya sukai dan kuasai. Para penulis blog saya yakin akan banyak yang ikut, namun tema sejarah boleh jadi amat sedikit, terlebih jika disangkutkan dengan pendidikan sejarah. Saya mendapat ide ketika sedang ada gangguan perut sehingga harus bolak-balik ke toilet. Di salah satu sesinya, muncul ide untuk membuat karya tulis di blog untuk dilombakan. Konsep yang terbangun adalah sebagai berikut:

1. Oleh karena sebenarnya lomba ini adalah usaha menerbitkan buku, maka saya harus membuat tulisan yang berkelanjutan.

2. Tema sejarah dan pendidikan yang merupakan kesukaan dan yang dikuasai dijadikan "rumah besar" tulisan blog di Februari 2021.

3. Saya memilih yang menarik, dan mungkin tidak terpikirkan sebelumnya ialah dalam sebulan menulis tentang "today in history" - peristiwa sejarah di hari ini.

4. Apa yang akan saya bagun dalam karya ini, buka seperti timeline hanya sekedar untaian peristiwa bersejarah, namun lebih dari itu.

5. Seperti diketahui, setiap hari pasti ada peristiwa bersejarahnya dari dalam dan luar negeri. Oleh karena begitu banyaknya, saya akan memilih "peristiwa bersejarah hari ini" yang bukan hanya menarik, namun karena 3 hal. Pertama karena masih menjadi perbincangan hangat hingga kini. Kedua menjadi bagian bahan/materi pembelajaran, dan ketiga akan saya kembangkan menjadi "gagasan bagaimana cara mengajarkannya kepada peserta didik" untuk kepentingan pembangunan peradaban manusia Indonesia.

Konsep no.5 inilah yang menjadi core/inti sari dari jawaban judul postingan kali ini. Post ini pula yang menjadi guide/panduan tulisan-tulisan di Februari 2021 untuk lomba. Demikian, semoga saya bisa melalui bulan Februari dengan menyenangkan. Bravo !.



 

Posting Komentar

0 Komentar